Sabtu, 23 Maret 2013 | By: Citra Istia

Dibalik Bungkus Film Horror & Komedi Indonesia


Beberapa tahun belakangan ini, Perfilman Indonesia mengalami kemajuan dan perkembangan. Judul-judul film dalam negri kini menjejali bioskop-bioskop di Indonesia. Mungkin saja hal ini bisa juga di karenakan tingginya biaya pajak yang dikenakan untuk film luar negri yang masuk ke dalam negri. Hal ini tentu menjadi kesempatan untuk para director tanah air, dan pada akhirnya terdapat beberapa film Indonesia yang sukses mendunia.

Apa itu Film? Bagi saya, film adalah sebuah karya seni perpaduan antara gambar bergerak dan suara. Sebuah film tidak hanya untuk menghibur tapi tentunya harus memiliki nilai moral yang dapat ditangkap oleh penontonya. Namun seperti yang kita ketahui perkembangan film Indonesia tidak semuanya berhasil. Disini saya agak kecewa dengan film Indonesia yang ”katanya” bergendre horror maupun komedi.

Beberapa film yang katanya bergendre horror atau komedi, kerap hanya menampilkan adegan pornografi atau bahkan kekerasan yang akhirnya hanya menuai kontroversi dan dikecam. Namun tidak dapat disangkal, hal ini malah dapat menyedot pengunjung untuk menontonnya. Disamping itu pastinya terdapat dampak negative pada si penonton, diantaranya merusak otak dan pikiran, kelakuan seks yang menyimpang, bahkan mendorong melakukan tindak kejahatan. Sangat memprihatinkan, semoga saja perilman Indonesia bisa Berjaya lagi seperti era dulu.

Scandal Mengguncang Jakarta



Bertepatan pada tanggal 13 Maret 2013 lalu, Scandal sukses menggebrak Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Band asal Jepang yang digawangi oleh wanita-wanita cantik yaitu Haruna (Guitar/Vocal), Mami (Guitar/Vocal), Tomomi (Bass/Vocal), dan juga Rina (Drum) ini berdiri sejak tahun 2006 berjanji akan menyajikan sesuatu yang berbeda pada konsernya yang diadakan di Jakarta. Ternyata pada tiket konser yang dijual terdapat tanda tangan personelnya dan juga mereka sekaligus mempromosikan album baru mereka yang berjudul Encore Show.

Pada saat memasuki gedung konser mereka menyapa para fans dengan sangat ramah, meskipun dengan keterbatasan komunikasi mereka yang tidak fasih berbahasa Indonesia, saya yang berada di tengah-tengah para penonton justru melihat mereka jadi semakin menggemaskan. Disamping penampilannya yang menggemaskan itu, aksi panggung mereka sangat luar biasa dan sangat menghibur. Tennis Indoor Senanyan berisik sekali dengan teriakan para fanboy.

Untuk ukuran wanita, stamina mereka itu sangat di luar perkiraan. Malam itu mereka membawakan 16 lagu andalan mereka dari berbagai album sekaligus, tidak lipsync, dan ditambah aksi panggung mereka loncat sana sini, menggoyang-goyangkan kepala (headbang kalau anak jaman sekarang bilang) dan sedikit menari-nari mengikuti rhytm lagunya. Wow, sungguh luar biasa sekali. Saya rasa tidak ada penonton yang kecewa dengan konser mereka, karena saya melihat orang-orang keluar dari arena gedung dengan wajah yang sangat puas.

Senin, 18 Maret 2013 | By: Citra Istia

Klasifikasi Sistem

DETERMINISTIK SISTEM
Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat ditentukan/ diketahui dengan pasti.

PROBABILISTIK SISTEM
Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (Selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem).


PHYSICAL SISTEM
sistem yang secara fisik dapat dilihat.
contohnya : sistem komputer, sistem sekolah, sistem akuntansi dan sistem transportasi.

OPEN SISTEM
Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan eksistensinya.

CLOSED SISTEM

sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan.
contohnya : reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi.

RELATIVELY CLOSED SISTEM
Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu.


ARTIFICIAL SISTEM
Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.

Contoh :
- Sistem AI, yaitu program komputer yang mampu membuat computer seolah-olah berpikir.
- Sistem robotika.
- Jaringan neutral network.


NATURAL SISTEM
Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam.

Contoh :
laut, pantai, atmosfer, tata surya dll.


MANNED SISTEM
Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikut sertaan manusia. Sistem ini dapat digambarkan dalam cara-cara sebagai berikut :

1. Sistem manusia-manusia.
Sistem yang menitik beratkan hubungan antar manusia.

2. Sistem manusia-mesin.
Sistem yang mengikutsertakan mesin untuk suatu tujuan.

3. Sistem mesin-mesin.
Sistem yang otomatis di mana manusia mempunyai tugas untuk memulai dan mengakhiri sistem, sementara itu manusia dilibatkan juga untuk memonitor sistem.
Mesin berinteraksi dengan mesin untuk melakukan beberapa aktifitas. Pengotomatisan ini menjadikan bertambah pentingnya konsep organisasi, dimana manusia dibebaskan dari tugas-tugas rutin atau tugas-tugas fisik yang berat.




Referensi :
http://blog.re.or.id/konsep-dasar-sistem-klasifikasi-sistem.html
http://konsep-si.blogspot.com/search/label/Klasifikasi%20Sistem


Sabtu, 01 Desember 2012 | By: Citra Istia

TTS tugas Bahasa Indonesia (softskill)

MENDATAR :
1.baku
3.ragam
6.linguis
7.makna
8.sema
9.ophuijsen
11.titik
15.titikkoma
17.indonesia
18.dia
19.kami
20.aku

MENURUN :
1.bahasa
2.kalimat
3.resmi
4.melayu
5.subyek
10.ejaan
12.titikdua
13.fakta
14.alibi
15.tanya
16.koma
Rabu, 26 September 2012 | By: Citra Istia

Bahasa Sebagai Alat Pencari Kerja



Tak bisa dipungkiri, dunia ini sudah memasuki era globalisasi dan globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya. kemajuan jaman ini semakin menuntut semua sektor kehidupan untuk bisa terhubung satu sama lain. Dan tentu saja untuk berkomunikasi dengan yang lain, Anda membutuhkan bahasa. 
Tingginya biaya hidup pada hidup pada era globalisasi ini secara langsung memaksa masyarakat untuk memutar otak agar mendapatkan pendapatan yang cukup atau lebih untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, dan dengan populasi masyarakat di Indonesia yang tergolong sangat banyak ini tidaklah mudah untuk menunaikan kebutuhan tersebut tanpa peranan uang yang merupakan sebuah alat pembayaran atau transaksi.  Sudah kita ketahui bahwa dengan bekerjalah kita bisa menghasilkan uang.  Bekerja pada perusahaan, lembaga-lembaga, atau mungkin kita bisa membangun usaha sendiri. Tapi telah kita ketahui bahwa tidaklah mudah untuk memulai semua itu, sebagaimana kita tahu bahwa Negara kita ini sudah banyak didatangi banyak warga Negara asing yang dating untuk sekedar berlibur bahkan kebanyakan dari mereka datang untuk mencari lapangan pekerjaan atau malah mendirikan suatu perusahaan. Kini banyak sekali perusahaan-perusahaan asing terdapat di berbagai belahan daerah Indonesia, dan tidaklah sedikit masyarakat Indonesia  yang bekerja sama dengan meraka atau bahkan menjadi pegawai.  Dengan adanya hal tersebut kita sebagai pribumi diharuskan mengadakan kontak langsung dengan mereka khususnya dalam hal bahasa.
Dalam era globalisasi ini, sangatlah sulit untuk mendapatkan suatu pekerjaan karena kini perusahaan-perusahaan menerapkan kriteria pegawai yang cukup tinggi dan tentunya berdedikasi. Salah satu kriteria yang sering kita jumpai adalah lancar berbahasa Inggris. Bahasa Inggris menjadi bahasa pergaulan dunia. Boleh saja bagi Anda menguasai berbagai bahasa asing, namun sepertinya Bahasa Inggris wajib masuk dalam daftar bahasa yang Anda kuasai. Bahasa asing sangat penting menunjang karir anda, tes seleksi kerja banyak yang mengharuskan Anda menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, baik dengan tes wawancara ataupun tes tertulis. Rekan kerja bahkan atasan Anda pun bisa saja merupakan orang asing maka untuk berkomunikasi dengan mereka Anda harus belajar berbahasa asing. Jika saat mencari kerja pun sudah penting, tentu saja bahasa asing semakin berguna saat sudah diterima kerja. Banyak posisi-posisi penting di perusahaan diisi oleh orang asing. Naik tidaknya karir seseorang sangat dipengaruhi pada bagaimana dia bisa berkomunikasi dengan berbagai pihak, khususnya atasan. Jika seseorang mampu menyampaikan ide gemilang bagi perusahaan, tentu atasan pun akan meliriknya sebagai karyawan berprestasi. Namun, apa jadinya jika seseorang sulit menyampaikan ide-ide tersebut karena terkendala bahasa? Pasti sangat disayangkan. 
Namun sebelum anda mempelajari bahasa asing, hendaknya mempelajari dan memahami bahasa Negara Anda sendiri yaitu bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan belum mendapat tempat di hati generasi bangsa. Penggunaan bahasa dalam satu rumpun kebudayaan yang sama hanya terjadi dalam komunikasi antar masyarakat dalam lingkup daerah tertentu. Seperti masyarakat Padang, menggunakan bahasa Minang untuk berkomunikasi antar sesama orang Padang dan masyarakat Jawa menggunakan bahasa Jawa untuk kepentingan komunikasi antar sesama orang Jawa. Hal tersebut menjadi kendala apabila di suatu daerah terdapat kumpulan warga yang berbeda, terdiri dari kumpulan masyarakat dengan latar belakang budaya yang tidak sama. Maka dibutuhkan bahasa yang dapat menjembatani kesulitan berkomunikasi dan sekaligus mempersatukan masyarakat.
Mengapa bahasa itu sangat penting pada era globalisasi ini, apalagi dalam dunia pekerjaan? Berikut ini 4 alasan pentingnya bahasa beserta fungsinya:
1.    Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri
Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan diri, si pemakai bahasa tidak perlu mempertimbangkan atau memperhatikan siapa yang menjadi pendengarnya, pembacanya, atau khalayak sasarannya. Ia menggunakan bahasa hanya untuk kepentingannya pribadi.

2.    Bahasa sebagai Alat Komunikasi
Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).

3.    Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial
Bagi orang asing, pilihan kata itu penting agar ia diterima di dalam lingkungan pergaulan orang Indonesia. Jangan sampai ia menggunakan kata kamu untuk menyapa seorang pejabat. Demikian pula jika kita mempelajari bahasa asing. Jangan sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam budaya bahasa tersebut. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut.

4.    Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial
Contoh fungsi bahasa sebagai alat control sosial adalah sebagai alat peredam marah yaitu dengan cara menulis dengan menulis maka amarah kita akan hilang secara dikit demi dikit dan masalah menjadi lebih terang.
Dengan ini, bahasa merupakan suatu hal yang sangat penting untuk segala aspek. Maka dari itu bahasa termasuk dalam hal penting yang dijadikan bahan ujian untuk menyeleksi orang-orang yang masuk dalam kriteria pegawai suatu perusahaan selain psikotes. Bahasa tentu beragam. Demikian halnya dengan perusahaan. Ada perusahaan asli dari Indonesia, namun ada pula perusahaan asing. Lalu,selan menguasai bahasa Indonesia, bahasa asing apa yang sebaiknya kita kuasai? bahasa yang pasti harus dikuasai seseorang adalah Bahasa Inggris. bahasa kedua yang bisa dikuasai bergantung pada asal perusahaan yang akan dilamar.
Bahasa Indonesia disini penting saat dalam wawancara atay interview pegawai baru, dimana orang lain akan bias menilai seberapa besar kita memahami bahasa Negara kita sendiri sehingga kita bias berbicara sopan, formal, dan tentunya sesuai dengan kaidahnya.
 

Referensi :

Tuhan, Ijinkan Aku Menjadi Pelacur

>> SINOPSIS



Novel karangan Muhidin M Dahlan ini memuat kisah seorang perempuan bernama Nidah Kirani yaitu seorang muslimah yang sangat taat. Tubuhnya ditutupi oleh jubah dan jilbab besar. Nidah memiliki keinginan yaitu menjadi muslimah yang beragama secara kiffah. Nidah pun sampai membuat suatu forum pengajian yang ternyata didukung oleh dewan mahasiswa di kampusnya. Tetapi tak disangka setelah forum itu dijalankan dan memiliki anggota yang cukup banyak, slah satu anggota forum yang didirikan oleh Nidah, mengajak Nidah untuk masuk dan menjadi anggota organisasinya, yang Nidah piker itu adalah sebuah organisasi yang ia idam-idamkan mampu mengantarkanya menjadi seorang muslimah yang beragama secara kiffah. Namun sayang, ternyata ini adalah awal kehancuran keimanan dalam diri Nidah.
Nidah kecewa sekali mendapatkan kenyataan bahwa didalam organisasi itu hanyalah sebuah kepalsuan dan kebohongan belaka. Mendapatkan musibah seperti ini Nidah merasa kecewa kepada Allah,karena Allah malah memberikan cobaan seberat ini kepada dia yang telah mati-matian ingin menegakkan agama Islam. Tapi  bukannya malah kembali kepada jalan yang benar dan bertobat, Nidah malah melampiaskan kekesalannya dengan melakukan hal-hal yang jelas-jelas melanggar norma dan syariat-syariat Islam, seperti freesex, narkoba, dan lain-lain.
Dan semua yang tergoda oleh Nidah Kirana untuk melakukan freesex adalah pria-pria yang merupakan aktivis Islam. Mereka adalah orang-orang munafik pikir Nidah. Akhirnya ia pun menjual diri nya pada para pria. Pelacur, pilihan yang dia pikir lebih menguntungkan ketimbang hanya sekedar freesex dengan teman-teman kampusnya. Petualangan sex Nidah ini mampu membongkar kenyataan yang semakin menguatkan pilihanya untuk menjadi pengikut iblis, bahwa Dosen kampusnya ternyata seorang germo dalam dunia pelacuran yang ternyata anggota DPRD dari fraksi yang selama ini bersikukuh memperjuangkan tegaknya syariat islam di Indonesia. Sungguh naas kenyataan ini.
Kiran merasa semakin kecewa kepada tuhan, kepada agama, kepada semua konsep cinta laki-laki terutama, firman-firman. Kiran merasa tuhan tidak adil dan tidak melihat atau mendengar apa yang dilakukannya selama ini demi memperjuangkan tegaknya agama islam. Pada akhir cerita novel ini agak menggantung tetapi si penulis secara tidak langsung menjelaskan bahwa Nidah tetap menjadi pengikut iblis yang setia, tidak kembali kepada ajaran Islam dan melupakan impianya untuk menjadi seorang muslimah yang kaffah.
Sabtu, 21 April 2012 | By: Citra Istia

TUGAS 3


a.     Jelaskan pengertian dan konsep pendapatan

1. Pengertian Pendapatan
Kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba adalah hal yang penting untuk dapat melanjutkan operasi perusahaan. Laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan adalah suatu ukuran keberhasilan manajer  atau pimpinan perusahaan.
Dari keberhasilan ini, investor dan kreditor dapat menggunakannya untuk mengevaluasi proyek perusahaan dimasa  yang akan datang. Bagian penting dalam proses akuntansi adalah penentuan, pengakuan dan pengukuran pendapatan serta pencatatan transaksi ekonomi yang berhubungan dengan pendapatan.
Akuntansi adalah aktivitas jasa yang bertujuan untuk menyediakan dan memberi informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Informasi yang dapat dipergunakan atau diberikan akuntansi adalah informasi akuntansi yang diperlukan oleh berbagai pihak untuk kepentingan masing-masing. Konsep pendapatan dalam hal ini merupakan konsep yang paling penting dalam kaitannya sebagai suatu sistem informasi. Meskipun terdapat pedoman umum tetapi banyak metode pemasaran barang dan jasa yang mengembangkan pola yang berbeda, disesuaikan dengan situasi.
Akuntansi merupakan suatu sistem informasi data ekonomi dimana informasi-informasi ini disusun dalam bentuk ikhtisar yang disebut sebagai  laporan keuangan, berupa daftar-daftar keuangan yang menunjukkan posisi keuangan pada suatu saat ataupun hasil usaha selama satu periode. Salah satu informasi yang dihasilkan  adalah laporan laba-rugi. Hal ini berhubungan dengan tujuan utama perusahaan yaitu menghasilkan laba (profit), karena laba merupakan salah satu faktor yang diperlukan perusahaan guna kelangsungan usahanya, menjaga arus pemasukkan menjadi keluaran dan juga dapat dipergunakan sebagai salah satu ukuran umum dalam system akuntansi untuk menilai tingkat kemajuan perusahaan.
Dalam  pendekatan kegiatan terhadap laba, penekanan utama ditujukan terhadap perusahaan-perusahaan yang menguntungkan selama periode akuntansi  yang diklasifikasikan sebagai pendapatan dan beban. Oleh karena itu sangat logis untuk mengetahui pengertian baik mengenai konsep pendapatan tersebut. Konsep pendapatan dalam hal ini merupakan konsep yang penting dalam kaitannya sebagai suatu system informasi.
                Defenisi pendapatan secara tradisional merupakan arus masuk harta-harta (aktiva bersih) ke dalam perusahaan sebagai hasil penjualan barang dan jasa. Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan. Istilah pendapatan tersebut merupakan istilah yang luas, di dalam pendapatan termasuk pendapatan bunga, sewa, laba penjualan, dan lain-lain.
Pendapatan pada umumnya digunakan sebagai tolak ukur kinerja atau kemajuan suatu perusahaan. Dalam hal ini berkaitan dengan adanya pengembalian investasi (return on investment) ataupun pendapatan per lembar saham  (earning  per share). Pendapatan merupakan suatu perkiraan yang berkaitan langsung dengan penentuan laba. Pengakuan dan pengukuran pendapatan tergantung pada konsep modal dan  pemeliharaan modal yang digunakan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan.

2. Konsep Pendapatan

Para ahli ekonomi dan akuntansi memiliki pendapat berbeda dalam memberikan konsep mengenai pendapatan. Perbedaan mengenai konsep pendapatan tersebut disebabkan oleh perbedaan latar belakang dalam menyusun konsep pendapatan itu sendiri.
Dari berbagai macam literature teori ekonomi maupun teori akuntansi, dapat diketahui bahwa terdapat berbagai konsep mengenai pendapatan. Walaupun setiap konsep pendapatan yang ada akan menimbulkan pengertian dan penafsirannya masing-masing, namun beberapa konsep mengenai pendapatan tersebut memiliki dasar yang sama. Secara garis besar konsep mengenai pendapatan dapat kita tinjau dari dua sudut pandang  yaitu :

a. Konsep Pendapatan Menurut Ekonomi
Dalam ilmu ekonomi, istilah yang digunakan untuk pendapatan adalah income. Hal ini berbeda dengan ilmu akuntansi yang menggunakan istilah revenue untuk pendapatan.

b. Konsep pendapatan Menurut Akuntansi
Defenisi pendapatan menurut para ahli akuntansi tentu sangat berbeda dengan defenisi pendapatan menurut para ahli ekonomi. Namun demikian, diantara sesama ahli akuntansi terdapat pula perbedaan pendapat mengenai defenisi pendapatan. Pada dasarnya konsep pendapatan menurut ilmu akuntansi dapat ditinjau dari dua sudut pandang.

b.     Apa yang anda ketahui tentang metode perhitungan pendapatan nasional

Ada tiga cara penghitungan pendapatan nasional, yaitu:
1) Metode Output (Output Approach)
2) Metode Pendapatan (Income Approach)
3) Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)

1) Metode Output (Output Approach) atau Metode Produksi
Menurut metode ini, PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yang sebenarnya. Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor.

Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT > 0. Dengan demikian besarnya PDB adalah:

2) Metode Pendapatan (Income Approach)
Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi.
Kemampuan entrepreneur ialah kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN).

3) Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)
Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu perekonomian:
1) Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption)
2) Konsumsi Pemerintah (Government Consumption)
3) Pengeluaran Investasi (Investment Expenditure)
4) Ekspor Neto (Net Export)

1) Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption)
Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang habis dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama (non-durable goods).

2) Konsumsi Pemerintah (Government Consumption)
Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir (government expenditure). Sedangkan pengeluaran-pengeluaran untuk tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah.

3) Pembentukan Modal Tetal Domestik Bruto (Investment Expenditure)
Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran sektor dunia usaha. Yang termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi.

4) Ekspor Neto (Net Export)
Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor. Ekspor neto yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daipada impor. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia).

c.      Apa saja masalah-masalah dan keterbatasan dalam perhitungan PDB

a.   Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800.
Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara. Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB perkapitanya US$ 29.080 (tahun 1997), namun negara itu masih terus bergelut dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, terutama di kalangan warga kulit hitam ataupun pendatang (kulit berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya jumlah penduduk miskin di Amerika serikat akan bertambah.
Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah distribusi pendapatan.
Walaupun distribusi pendapatan di USA relatif baik, tetapi belum sempurna untuk membuat seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan untuk faktor produksi non tenaga kerja, terutama uang dan modal, distribusi penguasaannya sangat buruk. Pada tahun 1996, sekitar 46% aset finansial  dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.
b. Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita disertai perbaikan distribusi pendapatan.
Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab, dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin.
Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di banding negara-negara miskin.
c. PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
1)         Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
2)        Jumlah dan struktur kesempatan kerja :
Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi. Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.
3)         Faktor-faktor nonekonomi :
Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu.
d. Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)
Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.
Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.



Source :
wikipedia